Minggu, 27 Mei 2012

Teknik-teknik supervisi pendidikan


BAB I
PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang
Bila kita berbicara mengenai pendidikan maka tak akan ada hentinya karena Pendidikan itu adalah sesuatu yang urgen dan tak mengenal usia, apalagi dimasa sekarang dimana orang berlomba-lomba mengembangkan kariernya demi kebahagiaan dimasa depan. Pendidikan adalah salah satu unsur paling penting dalam kehidupan manusia yang merupakan proses pembentukan pribadi dan karakter manusia.Pendidikan formal adalah salah satu focus,manusia diberikan dasar-dasar pengetahuan sebagai dasar-dasar pengetahuan sebagai pegangan dalam menjalani  hidup,dimana dalam hal ini menjadi suatu jenjang yang memang sudah selayaknya dilalui dalam proses kehidupan manusia.
Setiap pelaksanaan program pendidikan memerlukan adanya pengawasan atau supervise dan supervisor bertanggung jawab dalam munculnya suatu yang efektif dan efisien dalam program tersebut. Supervisi menurut Purwanto (1987) ialah suatu aktivitas pembinaan yang direncanakan untuk membantu para guru dan pegawai sekolah dalam melakukan pekerjaan secara efektif. Sedangkan Teknik  supervisi Pendidikan adalah alat  yang digunakan oleh supervisor untuk mencapai tujuan supervisi itu sendiri yang pada akhirnya dapat melakukan perbaikan pengajaran yang sesuai dengan situasi dan kondisi.  Dalam pelaksanaan  supervisi pendidikan, sebagai supervisor harus mengetahui dan memahami serta melaksanakan teknik – teknik dalam supervisi. Berbagai macam teknik dapat digunakan oleh supervisor dalam membantu guru meningkatkan situasi belajar mengajar, baik secara kelompok maupun secara perorangan ataupun dengan cara langsung bertatap muka dan cara tak langsung bertatap muka atau melalui media komunikasi[1]
Dalam usaha meningkatkan program sekolah, kepala sekolah sebagai supervisor dapat menggunakan berbagai teknik atau metode supervisi pendidikan. Supervisi dapat dilakukan dengan berbagai cara, dengan tujuan agar apa yang diharapkan bersama dapat tercapai. Teknik supervisi pendidikan berarti suatu cara atau jalan yang digunakan supervisor pendidikan dalam memberikan pelayanan atau bantuan kepada para guru.
Di era globalisasi seperti sekarang ini, semua bangsa berlomba meningkatkan sumber daya manusia yang penuh syarat dengan sumber daya pendidikan,berbagai usaha perbaikan dan peningkatan kualitas guru yang dilakukan oleh lembaga pendidikan  seperti diikutkanya guru untuk mengikuti penatara-penataran,workshop, diklat dan seminar, semata-mata untuk meningkatkan profesionalisme guru.
Eksistensi sebuah lembaga pendidikan terletak pada pada kualitas sumber daya manusia yang dihasilkan oleh lembaga tersebut,karena pada hakekatnya berdirinya sebuah lembaga pendidikan bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber  daya manusia.Salah satu usaha untuk meningkatkan kualitas tersebut ialah melalui proses belajar mengajar disekolah. Proses pembelajaran ini akan berjalan baik,efektif dan efisien apabila guru sebagi fasilitator mempunyai kompetensi yang memadahi. Dalam usaha meningkatkan kualitas sumber daya pendidikan,guru merupakan komponen sumber daya manusia yang harus dibina dan dikembangkan secara kontinu dan konsisten akan tetapi tidak semua guru yang dididik dilembaga pendidikan terlatih dengan baik.Oleh karena itu potensi sumber daya  guru terus ditumbuh kembangkan agar dapat melakukan tugasnya secara professional.
Selain itu pengaruh perubahan yang serba cepat mendorong guru untuk secara kontinu belajar beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi seerta mobilitas masyarakat,sehingga guru sebagai science agent dapat melakukan misinya hingga dapat dapat diterima dengan baik oleh para siswanya dan stake holders yang ada.
Ditjen Dikdasmen menegaskan bahwa supervisi pendidikan merupakan kegiatan-kegiatan menciptakan kondisi yang layak bagi pertumbuhan profesional guru secara terus menerus ,kegiatan supervise ini memungkinkan guru-guru memperoleh arah diri dan belajar dalam own problem solving yang dihadapi dalam pembelajaran dengan imajinatif,inisiatif dan kreatif .Jadi supervisi pendidikan dan pengajaran perlu diarahkan pada upaya-upaya memberikan kesempatan kepada guru untuk menmgembangkan profesionalismenya,sehingga mereka lebih mampu melaksanakan tupoksinya yaitu memperbaiki serta meningkatkan proses dan hasil pembelajaran.
Sementara itu dalam dunia pendidikan, banyak dijumpai beberapa tenaga pendidik dan kependidikan bersikap acuh dalam proses pengembangan kompetensi yang lebih dan seperti halnya tenaga pendidik juga tidak melakukan persiapan-persiapan dalam pengelolaan kelas yang performa,dan juga kurangnya supervisior dari yang berwenang untuk melakukan tindakan supervisi untuk kemajuan kegiatan belajar mengajar di lembaga pendidikan ,sedangkan para guru beranggapan bahwa materi yang diajarkan masih sama dan seputar pada masalah-masalah itu saja yang sudah pernah dikuasai beberapa tahun yang lalu, sehingga materi yang disampaikan sama seperti beberapa tahun yang lalu tanpa adanya pengembangan-pengembangan, baik dalam strategi,metode dan prosesnya sehingga masih jauh dari tujuan profesionalisme yang diharapkan.
Untuk membantu sumber daya guru dalam beradaptasi dengan siswa dan lingkunganya,mampu menyampaikan materi dengan baik dan mampu mengarahkan segala tindakan pendidikan kearah tujuan, maka para guru harus mendapatkan supervisi dari atasanya secara teratur dan profesional.
Agar supervisi bisa terlaksana dengan baik,efektif dan efisien maka perlu dipahami hal-hal yang berhubungan dengan teknik-teknik supervisi pendidikan.



B. RUMUSAN MASALAH
Berangkat dari latar belakang masalah-masalah tersebut diatas,maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut ;
1.      Bagaimana Pengertian teknik supervisi pendidikan Islam ?
2.      Bagaimana teknik-teknik supervisi pendidikan Islam ?

C.  TUJUAN PEMBAHASAN
Bertitik tolak dari rumusan masalah diatas,maka tujuan pembahasan dari makalah ini dapat dijabarkan sebagai berikut :
1.      Untuk mengetahui pengertian tentang teknik supervisi pendidikan Islam
2.      Untuk mengetahui teknik-teknik supervisi pendidikan Islam

















BAB  II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Teknik supervisi
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia “Teknik” secara etimologi adalah :   1. Pengetahuan  dan kepandaian membuat sesuatu yang berkenaan dengan hasil. 2. Cara sistematis dalam mengerjakan sesuatu. Dalam usaha meningkatkan program sekolah, kepala sekolah sebagai supervisor dapat menggunakan berbagai teknik atau metode supervisi pendidikan. Supervisi dapat dilakukan dengan berbagai cara, dengan tujuan agar apa yang diharapkan bersama dapat tercapai.
Pertama-tama perlu adanya kesepakatan tentang makna “teknik” yang digunakan sehubungan dengan kegiatan supervisi. Seperti halnya kegiatan lain,teknik memiliki makna “cara,strategi atau pendekatan”. Menurut Suharsini Arikunto yang dimaksud dengan teknik supervisi adalah cara-cara yang digunakan dalam kegiatan supervisi[2]. Sedangkan menurut Piet A.Sahertian supervisi adalah usaha untuk meningkatkan dan mengembangkan sumber daya guru[3]. Teknik supervisi pendidikan berarti suatu cara atau jalan yang digunakan supervisor pendidikan dalam memberikan pelayanan atau bantuan kepada para guru.
Teknik supervisi Pendidikan merupakan alat  yang digunakan oleh supervisor untuk mencapai tujuan supervisi itu sendiri yang pada akhir dapat melakukan perbaikan pengajaran yang sesuai dengan situasi dan kondisi.  Dalam pelaksanaan supervisi pendidikan, sebagai supervisor harus mengetahui dan memahami serta melaksanakan teknik – teknik dalam supervisi. Berbagai macam teknik dapat digunakan oleh supervisor dalam membantu guru meningkatkan situasi belajar mengajar, baik secara kelompok maupun secara perorangan ataupun dengan cara langsung bertatap muka dan cara tak langsung bertatap muka atau melalui media komunikasi[4].
Dalam setiap  kegiatan tentu sekurang-kurangnya ada tiga unsur yang terkait yaitu : 1) jenis atau isi kegiatan, 2) Cara yang digunakan, 3). Orang yang melakukan. Tentu saja masih ada hal-hal yang yang juga dikategoruikan sebagai unsur kegiatan misalnya waktu,sarana dan prasarana. Dalam pembicaraan tentang supervisi masih ada hal lagi yang perlu dibicarakan juga sehubungan supervise yaitu sifat kegiatanya,perlu adanya flash back memory bahwa supervise adalah suatu kegiatan yang berifat membina dan memberikan bantuan,sehingga “alam “ yang tercipta didalamnya harus mendukung terjadinya kegiatan yang betul-betul mencapai kebutuhanya.

B.     Teknik-Teknik Supervisi Pendidikan Islam
Dalam pelaksanaan supervisi pendidikan, sebagai supervisor harus mengetahui dan memahami serta melaksanakan teknik – teknik dalam supervisi. Berbagai macam teknik dapat digunakan oleh supervisor dalam membantu guru meningkatkan situasi belajar mengajar, baik secara kelompok maupun secara perorangan ataupun dengan cara langsung bertatap muka dan cara tak langsung bertatap muka atau melalui media komunikasi[5].Sebagai pengantar uraian tentang teknik supervise  berikut disampaikan pendapat oleh Ngalim Purwanto[6],secara garis besar cara atau teknik supervise dibedakan menjadi dua yaitu Teknik perseorangan (Individual) dan Teknik kelompok
( group )
 1.   Teknik Individual Supervisi 

Teknik Individual Menurut Sahertian yang dikutip oleh Sagala (2010 : 216) adalah teknik pelaksanaan supervisi yang digunakan supervisor kepada pribadi – pribadi guru guna peningkatan kualitas pengajaran disekolah.Sedangkan menurut Oemar Hamalik teknik Individual adalah teknik yang dilaksanakan oleh supervisor oleh dirinya sendiri[7]. Maksudnya adalah bantuan yang diberikan secara sendiri oleh supervisor,baik yang terjadi didalam kelas atau diluar kelas. Dalam hal ini teknik individual dalam pelaksanaan supervisi dibagi menjadi beberapa macam antara lain :
a.   Teknik Kunjungan  kelas. ( classroom visitation) 
Teknik kunjungan kelas adalah suatu teknik kunjungan yang dilakukan supervisor ke dalam sebuah kelas,baik ketika kegiatan sedang berlangsung untuk melihat atau mengamati guru yang sedang mengajar, ataupun ketika kelas sedang kosong atau sedang berisi siswa tetapi tidak ada guru yang mengajar[8]. Ini bertujuan untuk membantu guru menghadapi masalah/kesulitan mengajar selama melaksanakan kegiatan pembelajaran. Kunjungan kelas dilakukan dalam upaya supervisor memperoleh data tentang keadaan sebenarnya mengenai kemampuan dan ketrampilan guru mengajar. Kemudian dengan yang ada kemudian melakukan perbincangan untuk mencari pemecahan atas kesulitan – kesulitan yang dihadapi oleh guru. Sehingga kegiatan pembelajaran dapat ditingkatkan. Kunjungan kelas dapat dilakukan dengan 3 cara, yatiu :
1).  Kunjungan  kelas tanpa diberitahu  (unannounced visitation)
Yaitu  supervisor datang  tiba-tiba kekelas tanpa adanya pemberitahuan terlebih dahulu  
Segi positifnya :       Ia dapat melihat keadaansebenarnya,tanpa dibuat-
buat. Hal ini dapat  membiasakanguru agar selalu mempersiapkan diri sebaik-baiknya

Segi negatifnya :     Biasanya guru menjadi gugup,karena tiba-tiba  
didatangi oleh supervisor yang sudah tentu timbul prasangka bahwa ia dinilai dan pastinya hasilnya  kurang  memuaskan dan memang ada bebrapa guru yang tidak senang  dengan adanya suddenly visiting
2). Kunjungan kelas dengan  memberitahu dahulu (announced visitation)
Yaitu supervisor telah member jadwal supervisi terlebih dahulu sehingga  guru-guru mengetahui kapan mereka akan disupervisi
Segi positifnya :    Bagi supervisor kunjungan  yang direncanakan  ini
sangat tepat dan ia punya konsep pengembangan yang kontinu dan terencana.karena guru-gurupun dapat menyipkan diri sebaik-baiknya karena dia sadar karena perkunjungan akan membantu dalam proses penilaian yang tentu saja nilai yang perfect yang diharapkan.
Segi negatifnya :  Guru dengan sengaja mempersiapkan diri sehingga ada kemungkinan timbul hal-hal yang direkayasa serta ada kesan berlebihan.

3).  Perkunjungan atas undangan guru  (visi upon invitation)
Kunjungan ini akan seperti lebih baik,oleh karena itu guru punya usaha dan motivasi untuk  prepare  and  open self  agar dia dapat memperoleh feedback serta pengalaman baru dari  hal  berjumpanya dengan supervisor.

Segi positifnya :     Bagi supervisor, ia sendiri dapat belajar berbagai    
pengalaman dalam berdialog dengan guru sedangkan guru akan lebih mudah memperbaiki dan  meningkatkan capabilitinya  karena motivasi untuk belajar dari pengalaman dan bimbingan dari supervisor tumbuh dari dalam dirinya ( internal  motivation).
Segi negatifnya :    Ada kemungkinan timbul sikap manipulasi yaitu dengan dibuat-buat untuk menonjolkan diri,padahal waktu-waktu biasa ia tidak seperti itu.
Mengenai fungsi supervisi kunjungan kelas Sahertian menegaskan bahwa supervise kunjungan kelas berfungsi sebagai alat untuk memajukan caramenghajar dan cara belajar yang baru dan juga berfungsi untuk membantu pertumbuhan professional baik guru maupun supervisor karena member kesempatan untuk meneliti prinsip-prinsip dan hal belajar mengajar itu sendiri.

b.   Teknik Observasi Kelas (classroom observation)
Teknik observasi kelas adalah kunjungan yang dilakukan oleh supervisor,baik pengawas atau kepala sekolah ke sebuah kelas dengan maksud untuk mencermati situasi atau peristiwa yang sedang berlangsung dikelas yang bersangkutan[9]. Seorang supervisor mengobservasi kelas contohnya seorang pengawas menyaksikan guru yang sedang mengajar tidak menggunakan alat dan media pengajaran, padahal materi ajar tersebut sangat memerlukan media dan alat karena kalau tidak menggunakan alat dan media konsep materi akan sulit diterima/ dipelajari oleh siswa.
Tujuan untuk memperoleh data tentang segala sesuatu yang terjadi proses belajar mengajar. Data ini sebagai dasar bagi supervisor melakukan pembinaan terhadap guru yang diobservasi sedangkan bagi murid akan dapat menimbulkan pengaruh positif terhadap kemajuan belajar mereka.
Tentang waktu supervisor mengobservasi kelas ada yang diberitahu /langsung ( direct observation) dan ada juga tidak diberi tahu sebelumnya (indirect observation), tetapi setelah melalui izin supaya tidak mengganggu proses belajar mengajar. Selama berada dikelas supervisor melakukan pengamatan dengan teliti, dan menggunakan instrumen yang ada terhadap lingkungan kelas  yang diciptakan oleh guru  selama  jam  pelajaran.
Dalam tataran teoritik observasi kelas sudah lama diperkenalkan dikalangan pendidikan seperti yang dikemukakan oleh Charles W Boardman bahwa kunjungan kelas memiliki kemampuan sangat besar dan dapat menunjang perbaikan pembelajaran secara langsung,bahkan dapat diamati pula jika kedapatan metode serta proses pembelajaran yang kurang memadai,maka hal ini akan diperbaiki secara langsung yang tentunya melalui prosedur perbaikan secara professional dan proporsional.

c.    Percakapan Pribadi ( personal dialogue) 
 Percakapan pribadi merupakan Dialog yang dilakukan oleh guru dan supervisornya, yang membahas tentang keluhan – keluhan atau kekurangan yang dikeluarkan oleh guru dalam bidang mengajar, dimana  supervisor dapat memberikan jalan keluarnya. Dalam percakapan ini supervisor berusaha menyadarkan guru akan kelebihan dan kekurangannya. mendorong agar yang sudah baik lebih di tingkatkan dan  yang  masih kurang  atau keliru agar diupayakan untuk memperbaikinya,secara kedalam hal ini adalah  merupakan teknik yang tepat agar orang yang diwawancarai lebih mempunyai self confident.
Jenis-jenis percakapan pribadi melalui perkunjungan kelas menurut George Kyte :[10]
1.      Percakapan pribadi setelah kunjungan  kelas. Setelah supervisor mengadakan kunjungan kelas dimana supervisor telah mencatat segenap activitas yang dilaksanakan oleh guru dalam mengajar. Kemudian atas kemufakatan bersama akan mengadakan percakapan pribadi untuk membicarakan hasil kunjunga tersebut.
2.      Percakapan pribadi melalui percakapan sehari-gari.Supervisor mengadakan hubunhan dengan guru secara tidak langsung menanyakan sesuatu yang berhubungan dengan pengajaran yang dibina oleh guru yang bersangkutan.
Wawancara ini  tujuanya adalah :
1.      Memberi  kemungkinan kenaikan  jabatan guru melalui  problem solving yang dihadapi.
2.        Memupuk dan mengembangkan dalam  hal mengajar yang  lebih baik.
3.        Memperbaiki serta mengejar adanya kelemahan dan kekurangan.
4.        Menghilangkan dan menghindari segala sesuatu yang bersifat negative.

d.   Percakapan kelompok ( group dialogue)
Segala sesuatu biasanya ada kelebihan dan kekurangan yang baru saja kita bicarakan,tentang percakapan pribadi memliki banyak keuntungan karena apa yang diperoleh supervisor merupakan pendapat murni dari pribadi yang diajak bercakap,namun dibalik itu ada beberapa guru yang kurang percaya diri dan akan lebih baik jika dimintai pendapat dia membutuhkan pendamping mungkin karena kurang berani dalam menyampaikan pendapatnya,akan tetapi ketika ada orang lain dia menjadi percaya diri dalam mengemukakan pendapatnya,sebagai alas an utama bahwa pewawancara tidak terlalu ingat siapa yang berpendapat seperti yang dia katakan.
Tekinik wawancara ini dalam bahasa inggrisnya dikenal dengan istilah round table (meja bundar).Dikatakan demikian karena round  table menghendaki adanya persyaratan yang harus dipenuhi,situasi dan peraturan duduk dalam diskusi hendaknya dalam posisi lingkaran,dimana masing-masing anggota kelompok memiliki kedudukan yang sama. Demikian  juga pewawancara hendaknya duduk berada diantara anggota kelompok.[11]

e.   Intervisitasi (mengunjungi sekolah lain)
Teknik Intervisitasi adalah saling mengunjungi antara guru yang satu dengan guru yang lain yang sedang mengajar[12]. Teknik ini dilakukan oleh sekolah-sekolah yang masih kurang maju dengan menyuruh beberapa orang guru untuk mengunjungi sekolah – sekolah yang ternama dan maju dalam pengelolaannya untuk mengetahui kiat – kiat yang telah diambil sampai sekolah tersebut maju. Manfaat yang dapat diperoleh dari teknik supervisi ini adalah:
1.       Memberi kesempatan pada rekan lain  untuk mengamati guru yang sedang mengajar.
2.       Membantu guru lain yang ingin memperoleh pengalaman tentang teknik dan metode mengajar serta berguna bagi guru yang menghendaki kesulitan
3.       Memberi motivasi yang terarah terhadap aktivitas mengajar.

f.     Penyeleksi berbagai sumber materi untuk belajar. ( bacaan terarah )  
Teknik pelaksanaan supervisi ini berkaitan dengan aspek – aspek belajar mengajar. Dalam usaha memberikan pelayanan profesional kepada guru, supervisor pendidikan akan menaruh perhatian terhadap aspek – aspek proses belajar mengajar sehingga diperoleh hasil yang efektif. supervisor harus mempunyai kemampuan menyeleksi berbagai sumber materi yang digunakan guru untuk mengajar.  Adapun cara  untuk mengikuti perkembangan keguruan kita, ialah dengan berusaha mengikuti perkembangan itu melalui kepustakaan profesional, dengan mengadakan "profesional reading ". Ini digunakan untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan situasi belajar mengajar yang lebih baik. Hal ini menyatakan bahwa teknik penyeleksian berbagai sumber materi untuk mengajar memiliki arti bahwa Teknik ini yang menitik beratkan kepada kemampuan Supervisor dalam menyeleksi buku – buku dan referensi  yang dimiliki oleh guru pada saat mengajar yang sesuai dengan kebutuhan kegiatan belajar mengajar.

g.   Menilai diri sendiri
Guru dan supervisor melihat kekurangan masing-masing yang mana ini dapat memberikan nilai tambah pada hubungan guru dan supervisor tersebut,yang akhirnya akan memberikan nilai positif bagi kegiatan belajar mengajar yang baik. Menilai diri sendiri merupakan tugas yang tidak mudah bagi guru, karena suatu pengukuran terbalik karena selama ini guru hanya menilai murid-muridnya.  
Ada beberapa cara atau alat yang dapat digunakan untuk menilai diri sendiri, antara lain :
1.        Membuat daftar yang disampaikan kepada murid untuk menilai pekerjaan atau suatu aktivitas,yaitu dengan menyusun pertanyaan yang tertutup maupun terbuka, tanpa perlu menyebutkan nama siswa.
2.        Menganalisa tes-tes terhadap unit kerja
3.        Mencatat aktivitas murid-murid dalam suatu catatan baik mereka bekerja kelompok maupun perseorangan.
h. Supervisi yang memakai para siswa
                      Teknik ini adalah dengan menanyakan kepada siswa tentang belajar mengajar dan materi yang telah diajarkan.Hal ini dimaksudkan untuk menilai bagaimana hasil mengajar untuk peningkatan kualitas dalam mengajar.Salah satu cara yang dipaki adalah tes dadakan,maksudnya tes yang diadakan oleh supervisor terhadap siswa secara mendadak atau tiba-tiba,tanpa memberitahu guru atau siswa. Tujuanya adalah untuk mengetahui target kurikulum dan daya serap siswa terhadap materi yang telah mereka pelajari sebelumnya[13].
2.   Teknik kelompok Supervisi

Teknik Supervisi yang bersifat kelompok ialah teknik  supervisi yang dilaksanakan dalam pembinaan guru secara  bersama – sama oleh supervisor dengan sejumlah guru dalam satu kelompok .[14] Sedangkan menurut Oemar Hamalik teknik kelompok adalah prosedur yang menekankan pada kerja sama dalam kelompok dalam memecahkan suatu masalah yang dirasakan penting[15]
Teknik Supervisi yang bersifat kelompok antara lain :
a.      Pertemuan Orientasi bagi guru baru (orientation meeting for new teacher)
Pertemuan orientasi adalah pertemuan antara supervisor dengan supervisee (Terutama guru baru) yang bertujuan menghantar supervisee memasuki suasana kerja yang baru dikutip menurut pendapat. Sagala (2010 : 210) dan Sahertian (2008 : 86). Pada pertemuan Orientasi supervisor diharapkan dapat menyampaikan atau menguraikan kepada supervisee hal – hal sebagai berikut :
1.       Sistem kerja yang berlaku di sekolah itu.
Biasanya dilaksanakan melalui percakapan bersama yang dapat juga diselingi dengan pengenalan fisik dan saling diskusi bersama yang disebut juga dengan a round table discussion
2.     Proses dan mekanisme administrasi dan organisasi sekolah.Biasanya diiringi dengan tanya jawab dan penyajian seluruh kegiatan dan situasi sekolah.sering juga pertemuan orientasi ini juga diikuti dengan tindak lanjut dalam bentuk diskusi kelompok dan lokakarya.Ada juga melalui perkunjungan ke tempat – tempat tertentu yang berkaitan atau berhubungan dengan sumber belajar.
3.     Salah satu ciri yang sangat berkesan bagi pembinaan segi sosial dalam orientasi ini adalah makan bersama.
4.     Aspek lain yang membantu terciptanya suasana kerja ialah bahwa guru baru tidak merasa asing tetapi guru baru merasa diterima dalam kelompok guru lain.Pertemuan orientasi in I merupakan juga jumpa untuk merencanakn program sekilah yang berhubungan dengan pembinaan guru dalam proses belajar mengajar[16]
b.       Rapat guru (meeting)
Rapat Guru adalah teknik supervisi kelompok melalui rapat guru yang dilakukan untuk membicarakan proses pembelajaran, dan upaya atau cara meningkatkan profesi guru.Tujuan teknik supervisi rapat guru yang dikutip menurut pendapat Sagala.[17]  adalah sebagai berikut :
1.       Menyatukan pandangan – pandangan guru tentang masalah – masalah dalam mencapai makna dan tujuan pendidikan.
2.       Memberikan motivasi kepada guru untuk menerima dan melaksanakan tugas – tugasnya dengan baik serta dapat mengembangkan diri dan jabatan mereka secara maksimal.
3.       Menyatukan pendapat tentang metode kerja yang baik guna pencapaian pengajaran yang maksimal.
4.       Membicarakan sesuatu melalui rapat guru yang bertalian dengan proses pembelajaran.
5.       Menyampaikan informasi baru seputar belajar dan pembelajaran, kesulitan- kesulitan mengajar, dan cara mengatasi kesulitan mengajar secara bersama dengan semua guru disekolah.
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam suatu rapat guru yang dikutip menurut pendapat.[18]  antara lain : 
1.      Tujuan – tujuan yang hendak dicapai harus jelas dan konkrit.
2.      Masalah – masalah yang akan menjadi bahan rapat harus merupakan masalah yang timbul dari guru – guru yang dianggap penting dan sesuai dengan kebutuhan mereka.
3.      Masalah pribadi yang menyangkut guru di lembaga pendidikan tersebut perlu mendapat perhatian.
4.      Pengalaman – pengalaman baru yang diperoleh dalam rapat tersebut harus membawa mereka pada peningkatan  pembelajaran terhadap siswa.
5.      Partisipasi guru pada pelaksanaan rapat hendaknya dipikirkan dengan sebaik – baiknya.
6.      Persoalan kondisi setempa, waktu, dan tempat rapat menjadi bahan pertimbangan dalam perencanaan rapat guru.
c.       Studi kelompok antar guru
Studi kelompok antara guru adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh sejumlah guru yang memiliki keahlian dibidang studi tertentu, seperti MIPA, Bahasa, IPS dan sebagainya, dan dikontrol oleh supervisor agar kegiatan dimaksud tidak berubah menjadi ngobrol hal – hal yang tidak ada kaitannya dengan materi. Topik yang akan dibahas dalam kegiatan ini telah dirumuskan dan disepakati terlebih dahulu. Tujuan pelaksanaan teknik supervisi ini adalah sebagai berikut :
1.         Meningkatkan kualitas penguasaan materi dan kualitas dalam memberi  layanan belajar.
2.         Memberi kemudahan bagi guru – guru untuk mendapatkan bantuan pemechan masalah pada materi pengajaran.
3.         Bertukar pikiran dan berbicara dengan sesama guru pada satu bidang studi atau bidang – bidang studi yang serumpun.
d.       Diskusi
Diskusi adalah pertukaran pikiran atau pendapat melalui suatu percakapan tentang suatu masalah untuk mencari alternatif pemecahannya. Diskusi merupakan salah satu teknik supervisi kelompok yang digunakan supervisor untuk mengembangkan berbagai ketrampilan pada diri para guru dalam mengatasi berbagai masalah atau kesulitan dengan cara melakukan tukar pikiran antara satu dengan yang lain. Melalui teknik ini supervisor  dapat membantu para guru untuk saling mengetahui, memahami, atau mendalami suatu permasalahan, sehingga secara bersama – sama akan berusaha mencari alternatif pemecahan masalah tersebut.[19]   Tujuan pelaksanaan supervisi diskusi adalah untuk memecahkan masalah – masalah yang dihadapi guru dalam pekerjaannya sehari – hari dan upaya meningkatkan profesi melaluii diskusi.   
Hal – hal yang harus diperhatikan supervisor sebagai pemimpin diskusi sehingga setiap anggota mau berpartisipasi selama diskusi berlangsung supervisor harus mampu :
·         Menentukan tema perbincangan yang lebih spesifik ;
·         Melihat bahwa setiap anggota diskusi senang dengan keadaan dan topik yang dibahas dalam diskusi.
·         Melihat bahwa masalah yang dibahas dapat dimengerti oleh semua anggota dan dapat memecahkan masalah dalam pengajaran.
·         Melihat bahwa kelompok merasa diperlukan dan diikutsertakan untuk mencapai hasil bersama.
·         Mengakui pentingnya peranan setiap anggota yang dipimpinnya.

e.        Workshop 
Workshop adalah suatu kegiatan belajar kelompok yang terjadi dari sejumlah pendidik yang sedang memecahkan masalah melalui percakapan dan bekerja secara kelompok. Hal – hal yang perlu diperhatikan pada waktu pelaksanaan workshop antara lain :
1.        Masalah yang dibahas bersifat  “Life centred”  dan muncul dari guru tersebut,
2.        Selalu menggunakan secara maksimal aktivitas mental dan fisik dalam kegiatan sehingga tercapai perubahan profesi yang lebih tinggi dan lebih baik.
f.       Tukar menukar pengalaman
Tukar menukar pengalaman “Sharing of Experince” suatu teknik perjumpaan dimana guru menyampaikan pengalaman masing-masing dalam mengajar terhadap topik-topik yang sudah diajarkan, saling memberi dan menerima tanggapan dan saling belajar satu dengan yang lain. Langkah – langkah melakukan sharing antara lain :
·         Menentukan tujuan yang akan dicapai.
·         Menentukan pokok masalah yang akan dibahas.
·         Memberikan kesempatan pada setiap peserta untuk menyumbangkan pendapat pendapat mereka
·         Merumuskan kesimpulan. 
g.       Teknik Diskusi Panel  
Merupakan suatu kegiatan kelompok dalam situasi tatap muka,bertukar informasi atau untuk memutuskan sesuatu keputusan tentang masalah tertentu[20]. Teknik ini dilakukan dihadapan guru oleh para pakar dari bermacam sudut ilmu dan pengalaman terhadap suatu masalah yang telah ditetapkan. Mereka akan melihat suatu masalah itu sesuai dengan pandangan ilmu dan pengalaman masing-masing sehingga guru dapat masukan yang sangat lengkap dalam menghadapi atau memecahkan suatu masalah. Manfaat dari kegiatan ini adalah lahirnya sifat cekatan dalam memecahkan masalah dari berbagai sudut pandang ahli.

h.       Teknik Seminar  
Seminar adalah suatu rangkaian kajian yang diikuti oleh suatu kelompok untuk mendiskusikan, membahas dan memperdebatkan suatu masalah yang berhubungan dengan topik.  Berkaitan dengan pelaksanaan supervisi, dalam seminar ini dapat dibahas seperti bagaimana menyusun silabus sesuai standar isi, bagaimana mengatasi masalah disiplin sebagai aspek moral sekolah, bagaimana mengatasi anak – anak yang selalu membuat keributan dikelas, dll. Pada waktu pelaksanaan seminar kelompok mendengarkan laporan atau  ide – ide menyangkut permasalahan pendidikan dari salah seorang anggotanya. 
i.        Teknik Simposium
Kegiatan mendatangkan seorang ahli pendidikan untuk membahas masalah pendidikan. Simposium menyuguhkan pidato-pidato pendek yang meninjau suatu topik dari aspek-aspek yang berbeda. Penyuguh pidato biasanya tiga orang dimana guru sebagai pengikut diharapkan  dapat  mengambil bekal dengan mendengarkan pidato-pidato tersebut.
j.        Teknik Demonstrasi mengajar
Usaha peningkatan belajar mengajar dengan cara mendemonstrasikan cara mengajar dihadapan guru dalam mengenalkan berbagai aspek dalam mengajar di kelas oleh supervisor.

k.       Teknik Buletin supervisi 
Suatu media yang bersifat cetak dimana disana didapati peristiwa-peristiwa pendidikan yang berkaitan dengan cara-cara mengajar,tingkah laku siswa,dan sebagainnuya.Diharapkan ini dapat membantu guru untuk menjadi lebih baik.
l.         Organisasi Profesi
Organisasi Guru Indonesia adalah PGRI,sedangkan dosen mempunyai organisasi sendiri yaitu ADI ( Asosiasi Dosen Indonesia). PGRI adalah lembaga profesi yang melindungi guru secara lembaga dalam segala sesuatu yang akan merusak citra guru baik dari dalam ataupun dari luar anggotanya dan sekaligus memperjuangkan hak dan kewajibanya secara hokum kepada semua pihak yang langsung atau tidak langsung dengan guru. Hal ini penting untuk menjaga agar guru tidak terganggu pekerjaan pokoknya sehari-hari.
m.    Perjalanan Sekolah
Adalah suatu cara dimana guru melakukan kunjungan ke sekolah lain untuk memperkaya pengalaman belajar mengajar terutama bagi guru yang mengalami masalah dalam tugas,sehingga mererka mendapatkan semacam selingan atau refresing  setelah melakukan pekerjaan rutin merreka di sekolah. Dengan cara ini diharapkan mendorong pertumbuhan jabatan dan kegairahan bekerja dengan sumber-sumber pengalaman yang baru

Kelemahan Dan Kelebihan Teknik – Teknik  Dalam Pelaksanaan Supervisi
1.    Kelemahan Teknik – Teknik Dalam Pelaksanaan Supervisi
·         Perlu biaya yang banyak, waktu yang tepat, sekolah jadi kurang efektif.
·         Perlu penyediaan waktu yang tepat
·         Tidak mencerminkan keadaan sehari-hari
·         Kurang demokratis
·         Mengganggu kelas lain dalam KBM, kelas sendiri ditinggalkan
·         Agak sulit menentukan dan cukup menyita waktu
·         Agak sulit menemukan waktu
·         Guru merasa canggung dan kurang bebas
2.   Kelebihan Teknik – Teknik Dalam Pelaksanaan Supervisi
·    Dapat mengetahui kelebihan yang dapat dikembangkan, mengetahui kelemahan untuk perbaikan, memberikan saran sesuai dengan kebutuhan
·    Bantuan diberikan kepada seluruh guru dalam satu kali pertemuan, pertukaran pikiran secara umum
·         Hal-hal yang baik dapat dijadikan contoh, hal yang kurang dapat didiskusikan
·         Dapat memberikan bimbingan actual
·         Guru dapat menunjukan hasil usahanya
·         Dapat melayani kebutuhan khusus setempat
·    Dapat mengetahui kelebihan yang dapat dikembangkan, mengetahui kelemahan untuk perbaikan, memberikan saran sesuai dengan kebutuhan.
Sebagai gambaran tentang teknik supervisi pendidikan adalah seperti yang tergambar dalam tabel sebagai berikut.

Tabel 2.1. Contoh Teknik supervisi pendidikan

No
Jenis Pembinaan
Teknik Supervisi
Tujuan
Kelebihan
Kelemahan
1
Kunjungan kelas
Observasi PBM di kelas oleh Penilik, / Kepala Sekolah
Mengetahui cara mengajar guru melaksanakan PBM
Dapat mengetahui kelebihan yang dapat dikembangkan, mengetahui kelemahan untuk perbaikan, memberikan saran sesuai dengan kebutuhan

Guru merasa canggung dan kurang bebas
2
Pertemuan Pribadi
Penilik / Kepala Sekolah bertatap muka langsung dengan guru
Bantuan khusus
Berdialog  langsung, lebih terarah
Agak sulit menemukan waktu
3
Rapat Staf
Sekolah bertatap muka langsung dengan guru
Bantuan Umum
Bantuan diberikan kepada seluruh guru dalam satu kali pertemuan, pertukaran pikiran secara umum
Agak sulit menentukan dan cukup menyita waktu
4
Kunjungan antar kelas
Guru dari salah satu kelas mengunjungi kelas lain dalam satu sekolah
Mengetahui cara guru lain dalam KBM dan pengelolaan kelas

Hal-hal yang baik dapat dijadikan contoh, hal yang kurang dapat didiskusikan
Mengganggu kelas lain dalam KBM, kelas sendiri ditinggalkan
5
Kunjungan sekolah
Oleh Penilik / Kepala sekolah
Mengetahui keadaan sebenarnya

Dapat memberikan bimbingan aktual
Kurang demokratis
Dengan pemberitahuan
Guru mengetahui maksud dan tujuan kunjungan
Guru dapat menunjukan hasil usahanya
Tidak mencerminkan keadaan sehari-hari
Undangan
Guru ingin diketahui kebrhasilannya
Dapat melayani kebutuhan khusus setempat
Perlu penyediaan waktu yang tepat

6
Kunjungan antar sekolah
Guru dari sekolah lain dikunjungi oleh suatu sekolah
Mengetahui KBM di sekolah lain serta pengelolaan kelas dan sekolahnya
Dapat mengetahui kelebihan yang dapat dikembangkan, mengetahui kelemahan untuk perbaikan, memberikan saran sesuai dengan kebutuhan
Perlu biaya yang banyak, waktu yang tepat, sekolah jadi kurang efektif.

C.    Analisis
1.                Dalam mendefinisikan teknik supervise pendidikan Suahrsini Arikunto memberikan cakupan yang lebih luas disbanding dengan Piet A. Sahertian. Dalam hal ini Suharsini A, teknik supervise pendidikan diarahkan pada seluruh aspek yang ada dalam sasaran supervise. Sedangkan Piet A Sahertian hanya mengarahkanya pada sumber daya guru. Sehingga jika lebih diteliti pendapat Piet A Sahertian lebih mengarah pada supervise akademik yakni supervise yang ada dalam pengamatan supervisor menitik beratkan pada masalah-masalah akademik, yaitu  hal-hal yang berlangsung berada dalam lingkungan kegiatan pembelajaran.
2.                Ada sisi lain yang perlu dikembangkan dalam teknik kunjungan kelas dan observasi yakni menghilangkan hal-hal adanya kesan atasan dan bawahan,sebab kesan ini akan menimbulkanm kesan negative baik bagi yang melaksanakan observasi ataupun yang diobservasi itu sendiri,akan tetapi hubungan yang harus dikembangkan adalah atas dasar kerjasama dan profesionalisme antara guru,kepala sekolah dan supervisor itu sendiri.
3.                Pada teknik individual seperti kunjungan kelas,perlu beberapa pendapat sering dipandang sebagai salah satu kegiatan yang menyebabkan prediksi yang berbeda terutama dikalangan guru serta kepala sekolah yang diamati oelh pengawas satuan pendidikan, walaupun pada prinsipnya kunjungan kelas merupakan  perekaman informasi akurat proses pembelajaran. Karena itulah hendaknya dilakukan teknik-teknik ini dengan  memakai instrument yang telah disepakati sebelumnya oleh kedua belah pihak, paling tidak diberitahukan terlebih dahulu kisi-kisi yang akan diujikan dilapangan oleh supervisor.








BAB  III
PENUTUP

A.    KESIMPULAN
  1. Teknik supervisi adalah cara-cara yang digunakan dalam kegiatan supervisi. Sedangkan teknik supervise pendidikan adalah suatu cara atau jalan yang digunakan supervisor pendidikan dalam memberikan pelayanan atau bantuan kepada para guru.
  2. Pada dasarnya teknik supervise dikelompokan menjadi dua  yaitu teknik perorangan dan teknik kelompok. Yaitu :
 1.  Teknik Individual Supervisi 
a.       Teknik Kunjungan  kelas. ( classroom visitation) 
 Kunjungan kelas dapat dilakukan dengan 3 cara, yatiu :
1).  Kunjungan  kelas tanpa diberitahu  (unannounced visitation)
2).  Kunjungan kelas dengan  memberitahu dahulu (announced visitation)
3).  Perkunjungan atas undangan guru  (visi upon invitation)
b.      Teknik Observasi Kelas (classroom observation)
c.       Percakapan Pribadi ( personal dialogue) 
d.      Percakapan kelompok ( group dialogue)
e.       Intervisitasi (mengunjungi sekolah lain)
f.       Penyeleksi berbagai sumber materi untuk belajar. ( bacaan terarah )  
g.      Menilai diri sendiri
h.      Supervisi yang memakai para siswa
i.        Laboratorium
2.  Teknik kelompok Supervisi
Teknik Supervisi yang bersifat kelompok antara lain :
a.       Pertemuan Orientasi bagi guru baru (orientation meeting for new teacher)
b.      Rapat guru (meeting)
c.       Studi kelompok antar guru
d.      Diskusi
e.       Workshop 
f.       Tukar menukar pengalaman
g.      Teknik Diskusi Panel  
h.      Teknik Seminar  
i.        Teknik Simposium
j.        Teknik Demonstrasi mengajar
k.      Teknik Buletin supervisi 
l.        Organisasi Profesi
m.    Perjalanan Sekolah
n.      Mengikuti Kursus
o.      Supervisi dengan menggunakan alat elektronika

Kelemahan Dan Kelebihan Teknik – Teknik  Dalam Pelaksanaan Supervisi
1.    Kelemahan Teknik – Teknik Dalam Pelaksanaan Supervisi
·     Perlu biaya yang banyak, waktu yang tepat, sekolah jadi kurang efektif.
·     Perlu penyediaan waktu yang tepat
·     Tidak mencerminkan keadaan sehari-hari
·     Kurang demokratis
·     Mengganggu kelas lain dalam KBM, kelas sendiri ditinggalkan
·     Agak sulit menentukan dan cukup menyita waktu
·     Agak sulit menemukan waktu
·     Guru merasa canggung dan kurang bebas
2.   Kelebihan Teknik – Teknik Dalam Pelaksanaan Supervisi
·    Dapat mengetahui kelebihan yang dapat dikembangkan, mengetahui kelemahan untuk perbaikan, memberikan saran sesuai dengan kebutuhan
·    Bantuan diberikan kepada seluruh guru dalam satu kali pertemuan, pertukaran pikiran secara umum
·     Hal-hal yang baik dapat dijadikan contoh, hal yang kurang dapat didiskusikan
·     Dapat memberikan bimbingan actual
·     Guru dapat menunjukan hasil usahanya
·     Dapat melayani kebutuhan khusus setempat
·    Dapat mengetahui kelebihan yang dapat dikembangkan, mengetahui kelemahan untuk perbaikan, memberikan saran sesuai dengan kebutuhan.
B.     SARAN
Penulis menyadari dalam penulisan makalah ini masih banyak kekurangan. Untuk itu kami harapkan kepada pembaca untuk memberikan masukan dan kritikan demi sempurnanya makalah ini,sehingga dalam pembuatan makalah selanjutnya akan menjadi lebih baik.




DAFTAR PUSTAKA

Arikunto,Suharsimi, Dasar-dasar Supervisi,Reneka Cipta,Jakarta.2005
Sagala,Syaiful,2010,Supervisi pembelajaran dalam peofesi pendidikan,Bandung Alphabeta
Burhanudin, Yusak,1998, Administrasi Pendidikan,Bandung, CV Pustaka Setia
Darwis, Amri,2009, Panduan Praktis pelaksanaan Administrasi dan supervise pendidikan, Pekanbaru : Suska Press
Hamalik,Oemar,1992, Administrasi dan supervise pengembangan kurikulum, Bandung : Mandar Maju
Dirjenddikdasmen,Pedoman Penunjang Kurikulum 2004 : Pedoman Supervisi Pengajaran,Jakarta : Edisi Agustus 2004
Suhartien,Piet.A. Konsep Dasar dan teknik Supervisi Pendidikan dalam rangka Pengembangan Sumber Daya Manusia,PT Reneka Cipta,Jakarta,2000
Suhartien,Piet.A. Konsep Dasar dan teknik Supervisi Pendidikan,Surabaya,Usaha Nasional,1981
Tim Penyusun Ditjen Bagais Departemen Agama RI, Peningkatan Supervisi dan Evaluasi pada madrasah Ibtidaiyah,Jakarta : Direktorat Madrasah dan Pendidikan Agama Islam pada Sekolah Umum,Ditjen Kelembagaan Agama Islam,2005





















[1] Sagala,orientasi supervisor, hal.210
[2]  Arikunto,Suharsini,Dasar-dasar Supervisi,Jakarta.Rineke Cipta,2004, Hal.53
[3]   Sahertian,Piet A,Konsep dasar dan teknik supervise pendidikan dalam rangka pengembangan sumber daya
                 manusia,Jakarta,PT.Rineke Cipta,2000,hal.52

[4] Syaiful Sagala,Supervisi pembelajaran dalam profesi pendidikan,Bandung,Alphabeta,2010,hal.210
[5] Ibid ,hal.210
[6]  Purwanto, M Ngalim,Administrasi,hal.340
[7]  Oemar hamalik, Administrasi dan Supervisi pengembangan kurikulum, Bandung,Mandar Maju,1992,         hal.172
[8]  Suharsini Arikunto, Dasar-dasar  Supervisi, Jakarta,Rineka Cipta,2005,hal. 54
[9]  Suharsini Arikunto, Ibid,Hal. 55
[10]  Kyte, George, Supervision a guide to practice. 2nd  ed,colombus : Charles E Merril Publishing   
  Co,1986,hal.203
[11]  Arikunto,Hal. 54,56
[12]  Piet Sahertian,Prinsip dan teknik Supervisi Pendidikan, Surabaya,Usaha Nasional,1981,hal.76
[13]  Amri Darwis ( editor ),Panduan Praktis pelaksanaan administrasi dan supervise pendidikan, Pekanbaru : Suska Press,2009,hal.39
[14]  Ibid, Hal. 86  
[15]  Oemar Hamalik,Ibid, hal. 172
[16]  Piet A  Suhertian, Ibid, hal.129
[17]  Syaiful Sagala, hal. 212
[18]  Ibid, hal. 211

[19]  Ibid,213
[20]  Yusak Baharudin, ibid,hal.106

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar